Rakor Anggota KPA Kota Surakarta

Rapat Koordinasi KPA adalah rapat seluruh anggota KPA. Rakor KPA tahun ini diadakan hari Rabu, 19 Juni 2019 bertempat di Bale Tawang Praja Kompleks Balaikota Surakarta. Acara ini dihadiri oleh Pengurus KPA Kota Surakarta, anggota KPA Kota Surakarta serta teman dari LSM juga organisasi masyarakat.

Acara dimulai pukul 09.30 dengan pembawa acara Ibu Hariyanti. Sambutan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Surakarta dan sekaligus membuka acara tersebut. Dalam sambutannya Ibu Rohan mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran seluruh anggota KPA Kota Surakarta. Lewat Ibu Rohana, Pemerintah Kota (Pemkot) juga mengucapkan kepada KPA karena sudah membantu dalam P2HIV/AIDS sehingga ODHA semakin terbuka dan ada hal positif untuk penanganan dalam pengobatan.

Ibu Rohana juga mengingatkan bahwa kita harus semakin gencar untuk bersosialisasi tentang P2HIV pada setiap lini supaya paham benar tentang HIV/AIDS karena semakin bertambahnya waktu kasus HIV semakin meningkat terutama kasus heterosexual.

Acara dilanjutkan sambutan serta paparan dari Bp. Prawoto tentang pengelolaan Program KPA Kota Surakarta.

Setelah paparan selesai dialnjutkan dengan diskusi antar peserta Rakor dengan moderator Bp. Tri Wahyudi. Dalam diskusi tersebut dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) menyampaikan bahawa KPA perlu koordinasi dengan layanan Rumah Sakit untuk PPIH.

Dari Kementerian Agama juga menambahkan bahwa mewajibkan untuk instansi yang berkoordinasi dengan KPA memiliki tanggung jawab secara khusus dalam penanganan HIV/AIDS.

KPA juga masih berusaha dalam menemukan strategi yang pas untuk memutus penularan HIV/AIDS bagi calon pengantin. Dalam diskusi kali ini Bp. Danang dari Spek HAM juga menambahkan bahawa menurut data yang ia peroleh tren temuan HIV/AIDS bukan hanya terjadi pada WPS(Wanita Pekerja Seks) dan Waria tetapi pada Ibu Rumah Tangga. Para WPS dan Waria sudah banyak yang terpapar informasi tentang HIV/AIDS dan mereka sadar untuk berobat sedangkan Ibu Rumah Tangga masih Kurang terpapar informasi HIV/AIDS dan malu untuk cek ke dokter.

Menanggapi informasi dari Bp. Danang, Ibu Titi dari PKK Kota Surakarta juga menambahkan akan mengadakan sosialisasi tentang P2HIV/AIDS se-PKK Kecamatan dengan marasumber KPA atau Dinas terkait.

Bp. Edyson selaku perwakilan dari BNN juaga berkomitmen akan selalu berkolaborasi dengan KPA dalam memutus rantai penularan HIV/AIDS karena BNN juga menyadari bahwa salah satu cara penularan HIV/AIDS adalah lewat penggunaan jarum suntik secara bersama-sama ketika memakai narkoba.

Ibu Sri Soegiyanti dari Dinas PP, PA, dan PM juga telah melaksanakan sosialisai mengenai P2HIV/AIDS dalam setiap acara TMMD dan Karya Bhakti Daerah.

Acara Rakor anggota KPA Kota Surakrta selesai pukul 13.00

Semoga KPA Kota Surakarta beserta Dinas terkait berhasil dalam menumpas HIV/AIDS dalam Kota Surakarta.

Solo Waras Tanpa HIV.

Jauhi Virusnya Bukan Orangnya. ^-^