Peran Semua Pihak dalam Penananganan Kasus HIV

PERAN SEMUA PIHAK DALAM PENANGANAN KASUS HIV/AIDS

KPA Kota Surakarta membentuk Community Organizer ( CO ) untuk pendampingan WPA di tingkat Kecamatan dengan melakukan sosialisasi dengan sasaran warga. Saat ini seluruh Kelurahan di Kota Surakarta telah terbentuk WPA ( Warga Peduli AIDS ) berjumlah 54 kelompok dengan penguatan legalitas dari kepala Kelurahan sebagai apresiasi Program Pencagahan yang berbasis masyarakat.

Tujuan dari sosialisai ini bukan hanya memaparkan sebab dan akibat dari HIV/AIDS, namun juga mengedukasi masyarakat untuk tahu dan paham apa yang harus dilakukan jika ada warga di sekitarnya yang terindikasi memiliki gejala HIV/AIDS, yaitu dengan melaporkan temuan tersebut kepada WPA ( Warga Peduli AIDS ), yang selanjutnya akan diteruskan kepada KPA Kota Surakarta untuk rencana tindak lanjut melalui CO di setiap Kecamatan.

Dalam 2 tahun terakhir banyak temuan kasus ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS ) paliatif di wilayah. Ada temuan  ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS ) dengan kondisi LFU ( Lolos Follow Up ) atau ODHA ( Orang Dengan  HIV/AIDS ) yang berhenti mengakses ARV dan beberapa temuan ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS ) baru dengan kondisi stadium 3.

Koordinasi dengan Camat Jebres

Sebagai contoh di salah satu Kecamatan di Surakarta di temukan ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS ) dengan Kartu Keluarga dan KTP Kota Surakarta, dengan kondisi sudah stadium 3, indikasi AIDS terbukti dari hasil VCT ( Voluntary Counseling and Testing ) di salah satu rumah sakit swasta di Kota Surakarta, dengan diagnosa diare, TB paru, dan ginjal yang bermasalah. Kendala yang kita hadapi adalah kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu, ditambah lagi kedua orang tuanya tidak bekerja karena terdampak pandemi Covid-19, serta tidak memiliki kartu jaminan kesehatan dari pemerintah.

Menyikapi temuan tersebut KPA Kota Surakarta mengintruksikan kepada Community Organizer ( CO ) untuk melakukan kunjungan ke rumah ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS ) tersebut untuk melakukan pendataan dan dukungan secara moril. Setelah melakukan kunjungan Community Organizer ( CO ) berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk mengusahakan bantuan berupa barang ataupun uang.

Diperlukan peran serta semua pihak di wilayah untuk penanganan ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS )  di setiap wilayah, agar penanganan ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS ) dapat dilakukan dengan cepat dan benar. Diharapkan tidak ada lagi stigma negatif di masyarakat tentang ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS )

 

 

DINAR DWI RAHAYU, Pendamping WPA Kecamatan Jebres